“Penerapan pendidikan karakter Guru harus beri teladan nyata”
Sukoharjo (Espos) Penanaman pendidikan berkarakter tak melulu hanya melalui peraturan-peraturan yang normatif. Lebih dari itu,pendidik pun harus menjadi teladan bagi siswa yang tercermin dari akhlak dan perilakunya.
Demikian diungkapkan Pembantu Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo,Prof Dr rer nat Sajidan MSi,saat ditemui wartawan seusai talkshow Membangun Karakter Mulia Anak Bangsa di Auditorium Mohamad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta,Jumat (18/2).
Sajidan menerangkan guru memiliki kewenangan penuh untuk membentuk karakter serta melakukan pembiasaan pada diri anak. ”Tapi guru tak cukup hanya menerangkan ini benar,itu salah. Yang terpenting adalah teladan yang nyata,” ujar guru besar lulusan Jerman ini.
Ia mencontohkan di negara Jerman nilai-nilai pendidikan karakter sudah diterapkan sejak bangku taman kanak-kanak. Penerapannya pun dari hal-hal yang kecil terlebih dulu. ”Tindakan kecil seperti membuang sampah di tempatnya,bicara serta berbusana sopan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang baik.”
Lingkungan tersebut,imbuhnya,akan membentuk perilaku anak selanjutnya. Menurutnya,rekayasa sosial seperti itu sangat penting untuk membentuk character building seseorang. ”Di samping itu,sistem reward and punishment juga harus diterapkan,” katanya.
Terpisah,pengamat pendidikan yang juga guru SMA Yosef Solo,FX Triyas Hadi Prihantoro menekankan pentingnya kolaborasi antara guru,orangtua dan lingkungan dalam penerapan pendidikan berkarakter. Menurutnya,setiap komponen tersebut harus mampu memotivasi siswa dalam berperilaku baik.
”Selama ini,seolah hanya sekolah yang diberi kewajiban mendidik anak. Padahal orangtua dan lingkungan juga berperan signifikan dalam membentuk karakter anak,” tandasnya.
Oleh:Chrisna Chanis Cara
SOLOPOS,Edisi:Sabtu,19 Februari 2011 ,Hal.2






